MENTERI KETENAGAKERJAAN BUKA PELATIHAN TMT ABT BATCH 2, BUPATI SUKABUMI DORONG PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA

banner 468x60

SUKABUMI, JurnalUpdate.id — Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, resmi membuka Kick Off Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 2 Tahun 2026 di Pendopo Sukabumi, Minggu (11/10/2026). Program pelatihan vokasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja di Kabupaten Sukabumi.

 

Example 300x600

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

 

Bupati menegaskan, peningkatan keterampilan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM), membuka peluang kerja, serta mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

 

“Melalui pelatihan vokasi ini juga, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, meningkatkan kualitas dan daya saing, serta memperluas kesempatan dan lapangan kerja. Terima kasih atas program yang diluncurkan untuk warga Sukabumi,” ujar H. Asep Japar.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan program TMT ABT Batch 2 di Kabupaten Sukabumi diperkuat melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat dari berbagai kalangan.

 

Menurutnya, program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menekan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi.

 

Karena itu, Bupati meminta perangkat daerah terkait menindaklanjuti nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) melalui pemetaan kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan potensi sektor unggulan daerah.

 

“Ini menjadi upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi. Perangkat daerah terkait bisa menindaklanjuti MoU ini dengan pemetaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sektor unggulan Sukabumi,” ungkapnya.

 

Bupati berharap, program pelatihan vokasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan satu angkatan saja, tetapi dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.

 

“Sinergi yang telah terjalin ini harus terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” harapnya.

 

Menaker: Pelatihan Dirancang Sesuai Kebutuhan Daerah

 

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menjelaskan bahwa pelatihan TMT ABT Batch 2 dirancang secara spesifik dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi Kabupaten Sukabumi.

 

Sejumlah bidang keterampilan yang diberikan kepada peserta di antaranya menjahit, barista, dan pembuatan konten kreator. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal praktis bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.

 

Yassierli meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pelatihan selama dua minggu secara optimal agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan setelah program selesai.

 

“Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab, ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik,” ungkapnya.

 

Menteri Ketenagakerjaan juga menyampaikan bahwa program serupa di sejumlah daerah telah memberikan hasil positif. Bahkan, terdapat peserta yang berhasil mengembangkan usaha hingga mampu mempekerjakan karyawan.

 

“Di tempat lain luar biasa, sampai ada yang berhasil dan memiliki karyawan. Semoga di Sukabumi pun bisa luar biasa dan semoga berlanjut ke tahun depan. Kita dengar dulu hasil evaluasi para peserta nantinya,” pungkasnya.

 

Dorong Tenaga Kerja Kompeten dan Wirausaha Mandiri

 

Pelaksanaan TMT ABT Batch 2 Tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan keterampilan masyarakat dengan peluang kerja yang tersedia.

 

Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, pemerintah berharap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

 

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan vokasi diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Sukabumi mendapatkan akses terhadap pelatihan berkualitas, peluang kerja, serta kesempatan membangun usaha mandiri demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan Mubarakah.

 

Redaksi – JurnalUpdate.id

Tegas, Lugas, Berimbang.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *