BOGOR, JurnalUpdate.id — Gelombang keterlibatan generasi muda dalam pemerintahan desa mulai menguat di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Sejumlah pemuda berani mengambil langkah dengan mendaftarkan diri sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Ketua KNPI Kecamatan Cigombong, Muhammad Akbar Rizal Hendrawan, yang menilai keberanian pemuda masuk ke ruang demokrasi desa merupakan sinyal positif bagi masa depan pembangunan dan regenerasi kepemimpinan di tingkat desa.
Tiga pemuda yang mengambil bagian dalam proses pencalonan tersebut yakni Moch Aldy MA dari Desa Cigombong, Zulkifli dari Desa Tugujaya, dan Aryadi dari Desa Wates Jaya.
Akbar menilai, kehadiran generasi muda di BPD bukan sekadar persoalan pergantian figur, tetapi bagian penting dari upaya menghadirkan gagasan, energi, dan perspektif baru dalam pembangunan desa.
“BPD merupakan salah satu ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, ketika ada anak-anak muda yang berani mengambil bagian dan mendaftarkan diri sebagai anggota BPD, tentu ini merupakan sesuatu yang patut kita apresiasi dan dukung,” ujar Akbar.»
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam membaca perkembangan zaman. Kemajuan teknologi, perubahan sosial, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan perspektif yang lebih adaptif dan inovatif.
Keterlibatan pemuda di BPD, kata Akbar, diharapkan mampu memperkaya proses pengawasan, penyaluran aspirasi, serta pembahasan berbagai kepentingan masyarakat desa.
“Pemuda jangan hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda juga harus hadir sebagai bagian dari proses pembangunan itu sendiri. Salah satunya melalui ruang-ruang demokrasi di desa,” tegasnya.»
Bukan Sekadar Mengejar Jabatan
Akbar mengingatkan, keberanian mendaftarkan diri sebagai calon anggota BPD harus dibarengi dengan kesiapan untuk mengemban amanah masyarakat.
Menurutnya, BPD bukan tempat untuk mengejar kepentingan pribadi maupun kelompok. Mereka yang nantinya dipercaya masyarakat harus mampu menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama.
“Kalau anak muda masuk ke BPD, jangan hanya membawa kepentingan pribadi atau kelompok. Yang harus dibawa adalah kepentingan masyarakat dan gagasan untuk bagaimana desa bisa berkembang lebih baik,” katanya.»
Ia juga meminta para calon muda menjaga integritas, etika, serta komitmen selama mengikuti seluruh tahapan pencalonan.
Sebab, menjadi bagian dari lembaga desa bukan hanya tentang memperoleh sebuah posisi, tetapi juga kesiapan untuk mendengar keluhan masyarakat, menyerap aspirasi, serta ikut mengawal kepentingan warga.
KNPI Dorong Pemuda Jangan Takut Masuk Ruang Publik
Lebih jauh, Akbar mengajak pemuda lainnya di Kecamatan Cigombong agar tidak takut mengambil bagian dalam ruang-ruang pengabdian publik.
Ia menilai regenerasi kepemimpinan tidak akan berjalan apabila generasi muda hanya memilih menjadi penonton.
“Regenerasi tidak akan terjadi kalau anak muda hanya menunggu. Harus ada keberanian untuk masuk, belajar, dan mengambil tanggung jawab. BPD bisa menjadi salah satu ruang bagi pemuda untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.»
Akbar berharap proses pemilihan anggota BPD di wilayah Kecamatan Cigombong dapat berlangsung secara demokratis, terbuka, jujur, dan mengedepankan kualitas serta kapasitas calon.
Masyarakat pun diharapkan dapat melihat kehadiran calon-calon muda sebagai bagian dari proses regenerasi sekaligus penguatan demokrasi di tingkat desa.
Bagi Akbar, munculnya figur muda seperti Moch Aldy MA di Desa Cigombong, Zulkifli di Desa Tugujaya, dan Aryadi di Desa Wates Jaya merupakan sinyal bahwa ruang partisipasi generasi muda di tingkat desa mulai tumbuh.
“Ini bukan hanya soal siapa yang terpilih. Yang lebih penting adalah keberanian anak muda untuk mulai mengambil bagian dalam kehidupan desa. Dari situlah proses regenerasi dan kepemimpinan baru bisa tumbuh,” pungkas Akbar.»
Reporter: Redaksi – JurnalUpdate.id












