Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri 2026, Camat Cigombong Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah dan Waspadai Hoaks

banner 468x60

BOGOR, JurnalUpdate.id — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, meneladani akhlak Rasulullah SAW, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.

Example 300x600

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan yang digelar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cigombong tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf dari gerbang MNC mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara Hari Santri Nasional di halaman Masjid Besar Al-Azhim Cigombong, sebelum mencapai puncaknya melalui tabligh akbar di Masjid Besar Al-Azhim, Kecamatan Cigombong.

Peringatan tersebut turut menghadirkan qari internasional dari PTIQ, KH Syamsuri Firdaus, serta mubalig asal Bogor, KH Encep Aang, yang menyampaikan tausiah dan pesan-pesan keagamaan kepada para jamaah.

Camat Cigombong: Maulid Nabi Jangan Hanya Seremonial

Dalam sambutannya, Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri, S.STP., MM., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk kembali mengingat, memahami, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai panutan umat manusia.

“Jangan sampai kegiatan memperingati Maulid Nabi hanya menjadi acara seremonial. Kita harus kembali mengingat dan meneladani akhlak serta suri teladan Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang-benderang,” ungkap Irwan.

Ia menilai, keteladanan Rasulullah tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan serba digital. Perubahan budaya, pola komunikasi, serta kemajuan teknologi menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga adab, moral, dan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, ajaran dan akhlak Rasulullah harus menjadi pedoman sekaligus benteng moral masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.

Ia pun mengajak kalangan anak muda agar tidak ragu menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui perilaku positif dan penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Biar gaul, cinta Rasulullah. Anak-anak muda harus bangga mencintai Rasulullah, meneladani akhlaknya, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Irwan menambahkan, generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul sangat dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Waspadai Hoaks dan Provokasi di Era Kecerdasan Buatan

Selain menekankan pentingnya keteladanan Rasulullah, Camat Cigombong juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan teknologi digital dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Namun, kemajuan tersebut juga berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong, memanipulasi konten, atau memotong video dan pernyataan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terlebih apabila konten tersebut sengaja dibuat untuk memancing emosi, menimbulkan keresahan, atau memecah belah persatuan.

“Kalau melihat suatu berita, jangan langsung percaya dan jangan terburu-buru emosi. Telaah terlebih dahulu kebenarannya, periksa sumbernya, dan pahami konteksnya. Jangan sampai kita mudah terprovokasi oleh informasi yang sengaja dipotong-potong untuk memecah belah persatuan,” tegasnya.

Ia menilai, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu kecakapan penting yang harus dimiliki masyarakat pada era digital. Sikap kritis dalam menerima berita harus diimbangi dengan penguatan nilai agama, etika, serta tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Pesan tersebut dinilai penting, terutama bagi generasi muda dan kalangan santri yang diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi positif, menjaga kerukunan, serta menangkal hoaks di lingkungan masing-masing.

Persatuan dan Gotong Royong Menuju Indonesia Emas

Lebih lanjut, Irwan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan.

Menurutnya, persatuan, semangat gotong royong, serta kedewasaan dalam menyikapi perbedaan merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menjadi negara yang maju dan mandiri.

Masyarakat diharapkan tidak mudah diadu domba oleh informasi yang belum terverifikasi maupun kepentingan tertentu yang dapat merusak kerukunan.

“Marilah kita teguhkan kembali persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Jangan sampai kita mudah dipecah belah. Kita semua harus mampu menyaring informasi, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mendukung kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap, semangat Hari Santri Nasional dan peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan perayaan semata, melainkan diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan akhlak mulia, kecintaan kepada Rasulullah SAW, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dihadiri Unsur Pemerintahan, Ulama, dan Organisasi Kemasyarakatan

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Panitia H. Bambang Aah Wahyudin, Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri, jajaran Forkopimcam Cigombong, perwakilan Polsek Cijeruk-Cigombong dihadiri Wakapolsek AKP Sutopo Pranolo SH, mewakili Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto SH MH, perwakilan Koramil Cigombong, serta para kepala desa se-Kecamatan Cigombong.

Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), unsur Karang Taruna Kecamatan Cigombong, Ketua KNPI Kecamatan Cigombong beserta Anggotanya, Karangtaruna, Banser, tokoh ulama dan masyarakat, serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cigombong, Ketua MUI kecamatan Cigombong, Ketua KUA kecamatan Cigombong beserta jajarannya.

Selain itu, kegiatan diikuti perwakilan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Ketua TP PKK Kecamatan Cigombong, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cigombong beserta para ketua DKM, Ketua PPM Bogor Selatan bersama anggota, para santri dan santriwati dari pondok pesantren se-Kecamatan Cigombong, jajaran PGRI, serta para kepala dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Cigombong dan tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, ulama, santri, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas, berkarakter, toleran, dan mampu menghadapi tantangan zaman demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Reporter: Rusdi, JurnalUpdate.id — Tegas, Lugas, Berimbang.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *