SUKABUMI, JurnalUpdate.id – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 Putaran Pertama yang berlangsung di Sirkuit Tegal Laja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu–Minggu (19–20 September 2026), menghadirkan persaingan sengit di kelas Mini Trail SD 8 Tahun.

Pembalap cilik Zibran BM 203 tampil impresif dan berhasil mengamankan juara pertama sekaligus poin tertinggi di kelas tersebut. Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi keluarga, tim, dan para pendukungnya.
Zibran merupakan anak kedua dari pasangan Irfan Jamz dan Ibu Rini. Pembalap cilik yang berdomisili di Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tersebut saat ini menempuh pendidikan di PAUD Assaadah. Sementara sang kakak, Zafran NM 212, menempuh pendidikan di SDIT Al-Muchtari Cimande.
Namun, keberhasilan Zibran menjadi juara juga diwarnai drama di lintasan. Sang kakak, Zafran NM 212, sebenarnya tampil sangat menjanjikan. Zafran mampu berada di posisi terdepan dan memimpin jalannya perlombaan.
Sayangnya, nasib kurang beruntung harus dialami Zafran. Saat melakukan jumping, motor yang dikendarainya mengalami kendala pada bagian roda depan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut membuat Zafran terpaksa tidak dapat melanjutkan perlombaan dan dinyatakan DNF (Did Not Finish).
Situasi tersebut kemudian membuka peluang bagi sang adik, Zibran BM 203, untuk mengambil alih posisi terdepan. Zibran mampu menjaga konsentrasi hingga lap terakhir dan berhasil melewati garis finis sebagai juara pertama.
Irfan Jamz: Menang atau Kalah, Anak Harus Tetap Berani
Sang ayah, Irfan Jamz, yang merupakan mantan pembalap asal Kabupaten Bogor, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih kedua putranya.
Menurutnya, kemenangan Zibran tentu patut disyukuri. Namun, dirinya tetap bangga terhadap perjuangan Zafran yang harus mengakhiri balapan akibat kendala teknis.
“Alhamdulillah, Zibran bisa meraih juara satu. Ini tentu menjadi kebahagiaan dan motivasi bagi kami sekeluarga. Tapi untuk Zafran, walaupun harus DNF, saya tetap bangga karena dia sudah berjuang dan sempat berada di posisi depan,” ujar Irfan Jamz.»
Irfan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membebani kedua putranya dengan target kemenangan semata. Baginya, proses pembentukan mental, keberanian, disiplin, dan sportivitas jauh lebih penting dalam perjalanan mereka sebagai pembalap muda.
“Saya selalu sampaikan kepada anak-anak, jangan hanya mengejar juara. Yang paling penting berani tampil, dengarkan arahan, jaga sportivitas dan terus belajar. Kalau rezeki juara, Alhamdulillah. Kalau belum berhasil, jangan menyerah dan jadikan itu pengalaman,” katanya.»
Sebagai mantan pembalap, Irfan memahami bahwa dunia balap memiliki berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lintasan. Karena itu, dirinya terus berusaha memberikan pendampingan dan arahan kepada Zibran maupun Zafran agar tetap fokus serta mengutamakan keselamatan.
“Namanya balapan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di lintasan. Zafran tadi sebenarnya punya peluang bagus, tetapi setelah jumping ada kendala pada motor. Itu bagian dari balapan. Yang penting anak tetap sehat, tidak patah semangat dan mau belajar dari setiap kejadian. Ke depannya kita akan lebih matang lagi mempersiapkan untuk event-event selanjutnya agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Irfan.»
Dalam Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2026 Putaran Pertama tersebut, Zibran dan Zafran membawa nama Mini Trail Training Club Bogor x CPRT x Jamz Clinic Racing Team.
Meski Zafran harus mengakhiri balapan lebih awal, keluarga dan tim tetap memberikan apresiasi atas perjuangan keduanya. Bagi keluarga Irfan Jamz, hasil di lintasan bukan semata-mata soal menang dan kalah, tetapi juga tentang membangun mental, keberanian, karakter, dan sportivitas pembalap sejak usia dini.
Zibran juara, Zafran belum beruntung. Namun keduanya tetap menjadi kebanggaan keluarga. Perjalanan dua pembalap cilik tersebut masih panjang, dan masih banyak podium serta pengalaman yang akan mereka kejar di ajang-ajang berikutnya.
JurnalUpdate.id – Mengabarkan Fakta, Menjaga Marwah Pers.












