Warga Cisarua dan Megamendung Tagih Janji Bupati Bogor Soal Pembangunan Jembatan Leuwi Ceot

banner 468x60

Bogor, JurnalUpdate.id – Warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, serta Desa Cipayung dan Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, menagih janji Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk segera merealisasikan pembangunan permanen Jembatan Leuwi Ceot yang hingga kini belum juga terlaksana.

Tuntutan tersebut disampaikan warga dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Jembatan Rawayan Leuwi Ceot pada Sabtu (9/5/2026). Aksi itu diikuti para tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, tokoh pemuda, ibu-ibu hingga anak-anak yang selama ini merasakan langsung dampak putusnya jembatan penghubung antarwilayah tersebut.

Diketahui, setahun lalu tepatnya pada Maret 2025, Rudy Susmanto sempat berjanji di hadapan masyarakat akan membangun Jembatan Leuwi Ceot secara permanen pada tahun 2026. Janji itu disampaikan saat meresmikan jembatan rawayan atau jembatan sementara setelah jembatan lama hancur diterjang banjir bandang.

Example 300x600

Ketua RW 05 Kampung Cijulang Desa Kopo, Opay, mengatakan warga hanya meminta kepastian kapan pembangunan jembatan permanen tersebut akan dimulai.

“Kami berkumpul di sini menagih janji Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto yang berjanji setahun lalu bahwa akan membangun jembatan secara permanen tahun 2026. Kami hanya meminta kejelasan, bulan berapa akan dibangun tahun 2026 ini,” ungkap Opay di sela aksi.

Hal senada disampaikan Ketua RT 02 Kampung Cijulang, Udu. Menurutnya, ribuan warga sangat terdampak sejak Jembatan Leuwi Ceot putus karena akses tersebut menjadi jalur penting menuju Jalan Raya Puncak.

“Kami bukan menolak jembatan sementara yang sekarang, tapi saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Kondisi jembatan sementara ini sudah banyak yang rusak. Tali sling jembatan sering putus, banyak kayu alasnya juga patah. Warga juga yang memperbaikinya secara swadaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi jembatan yang bergoyang dan licin juga kerap memicu kecelakaan bagi pengguna kendaraan roda dua.

“Sudah puluhan pengendara motor yang kecelakaan akibat jembatan yang bergoyang dan licin,” tambahnya.

Aksi warga tersebut mendapat dukungan dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS). Ketua AMBS, Muhsin, menegaskan bahwa Jembatan Leuwi Ceot memiliki peranan vital bagi masyarakat di dua kecamatan.

“Jembatan Leuwi Ceot ini sangat vital bagi masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan terutama bagi anak sekolah, pedagang, dan kaum pekerja. Kami ikut mendesak kepada pemerintah agar segera membangun jembatan permanen karena jembatan rawayan ini umurnya sementara,” tegas Muhsin.

Selain mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, AMBS juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Kementerian PUPR ikut bertanggung jawab atas pembangunan jembatan permanen tersebut.

“Masa untuk pembangunan Bendung Ciawi saja yang ratusan miliar tapi tidak ada fungsinya bisa, ini sekadar jembatan yang sangat darurat yang dirasakan langsung manfaatnya untuk masyarakat kok lama,” ujar Sekjen AMBS, Ajet Basuni.

AMBS bersama warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan mendatangi Kantor Bupati Bogor apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons dan tidak ada kepastian terkait pembangunan Jembatan Leuwi Ceot. (SJE)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *