Ratusan Warga Cipayung Depok Gelar Aksi Protes di Jembatan Jago, Tuntut Penanganan Banjir dan Sampah TPA

banner 468x60

Depok, JurnalUpdate.id – Ratusan warga Kelurahan Cipayung, Kota Depok, menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jembatan Jago pada Sabtu, 9 Mei 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk puncak kekecewaan masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.

Dalam aksi tersebut, warga memprotes banjir berulang yang diduga disebabkan tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menyumbat aliran Kali Pesanggrahan.

Example 300x600

Massa aksi yang didominasi kaum ibu tampak melakukan tabur bunga di aliran sungai sebagai simbol matinya harapan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Selain itu, warga juga mengibarkan bendera kuning dan hitam di sekitar lokasi aksi.

Bendera kuning disebut sebagai simbol “kematian”, sementara bendera hitam menjadi tanda hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Depok yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Tidak hanya itu, aksi protes semakin memanas setelah sebanyak enam Ketua RT bersama Ketua RW 06 Kampung Benda Barat, Kelurahan Cipayung, menyatakan mundur massal dari jabatan mereka.

Pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Depok yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi nyata selama dua tahun terakhir.

“Kami sudah terlalu lama menunggu solusi. Setiap hujan warga selalu was-was banjir dan sampah kembali longsor ke kali. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ungkap salah seorang warga di sela aksi.

Warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan serta penanganan serius terhadap longsoran sampah dari TPA Cipayung yang dinilai telah merusak ekosistem sungai dan berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Selain menimbulkan pencemaran lingkungan, kondisi tersebut juga disebut mengganggu aktivitas warga sehari-hari, terutama saat musim hujan tiba.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Jago itu sempat memicu kemacetan di jalur alternatif penghubung Pasir Putih dan Cipayung akibat banyaknya massa yang memadati lokasi.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi konkret agar persoalan lingkungan di wilayah Cipayung tidak terus berlarut-larut.

Reporter : Thomas

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *