Tiga Organisasi Galang Dana Kemanusiaan, Biaya Operasi Balita Anak Karyawan PT PPE Terkumpul Kurang dari 24 Jam

banner 468x60

Bogor, Jurnalupdate– Sebanyak tiga organisasi menggelar aksi solidaritas kemanusiaan dengan menggalang dana untuk membantu biaya operasi Muhammad Akbar (1,5 tahun), anak dari Irfan Satria Budi, karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak penggalangan dimulai, seluruh target biaya operasi dan kebutuhan kesehatan balita tersebut berhasil terpenuhi dengan total donasi mencapai kurang lebih Rp10 juta.

Example 300x600

Ketiga organisasi yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini yakni Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan.

Aksi solidaritas ini dilakukan setelah para relawan mengetahui kondisi berat yang dialami Irfan Satria Budi, yang belum menerima gaji sejak Juli 2022 dari perusahaan tempatnya bekerja. Total piutang gaji yang menjadi haknya tercatat mencapai Rp179.034.788.

Perusahaan pelat merah yang didirikan pada masa Bupati Bogor Rachmat Yasin tersebut dinyatakan bangkrut atau pailit pada Desember 2024. Kondisi itu berdampak besar terhadap kehidupan para karyawan, termasuk Irfan yang harus menghidupi tiga orang anak.

Situasi semakin berat karena sejak lahir, anak bungsunya, Muhammad Akbar, diketahui mengidap penyakit jantung dan paru-paru, sehingga memerlukan perawatan medis intensif dengan biaya yang tidak sedikit.

Perjuangan Keluarga Demi Kesembuhan Anak

Rika, istri Irfan, mengungkapkan bahwa keluarganya terus berjuang demi mendapatkan hak gaji suaminya dari perusahaan bersama belasan karyawan lainnya, guna memenuhi kebutuhan hidup serta biaya pengobatan anak mereka.

“Semua upaya sudah kami lakukan, mulai dari meminjam uang kepada saudara, teman, hingga tetangga, menjual dan menggadaikan barang-barang yang masih tersisa, bahkan sampai terjerat rentenir. Semua itu demi biaya pengobatan anak saya agar sembuh serta untuk ongkos bolak-balik memperjuangkan hak suami saya,” ungkap Rika saat ditemui di kediamannya di Kampung Ciaul, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis malam (16/4/2026).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan rujukan dari RSUD Ciawi, anaknya harus segera menjalani operasi lanjutan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga semua pihak yang membantu mendapatkan balasan yang setimpal,” ujarnya dengan suara lirih.

Solidaritas Warga Lebih Cepat dari Birokrasi

Koordinator Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia Bogor, Feri, mengatakan bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai kalangan, termasuk keluarga besar organisasi, perwira TNI, wartawan, serta tokoh organisasi tingkat nasional dan daerah.

“Alhamdulillah, kurang dari sehari target donasi untuk anak karyawan PT PPE sudah terpenuhi. Ini bentuk kepedulian nyata dari berbagai pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia Cabang Bogor, Yogi Arianda, menyoroti lambannya penyelesaian hak gaji karyawan PT PPE oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa dan masa depan anak yang dipertaruhkan. Kurang dari 24 jam urusan biaya operasi selesai. Kini giliran pemerintah daerah yang menuntaskan sisa keadilan yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, GMPRI juga menyayangkan sikap Bupati Bogor yang dinilai belum menuntaskan persoalan gaji mantan karyawan BUMD, meskipun telah menjabat selama satu tahun.

Pers Siap Kawal Kasus PT PPE

Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan, Acep Mulyana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus PT PPE karena dinilai menyangkut kerugian negara sekaligus nasib para pekerja.

“Kami mengapresiasi gerak cepat solidaritas kemanusiaan ini. Namun jangan berhenti di sini. Kasus PT PPE bukan hanya soal pekerja, tetapi juga menyangkut kerugian negara. Sebagai insan pers, kami akan terus mengawal persoalan

ini secara independen,” pungkasnya. (SJ)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *