Depok, JurnalUpdate.id — Banyak masyarakat yang mungkin belum mengetahui bahwa setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Asma Sedunia. Momentum ini menjadi pengingat penting akan urgensi penanganan penyakit asma secara tepat dan merata di seluruh dunia.
Tahun 2026, Global Initiative for Asthma (GINA) mengusung tema “Akses terhadap inhaler antiinflamasi untuk semua penderita asma – masih merupakan kebutuhan mendesak”. Tema tersebut menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap pengobatan asma, khususnya inhaler pengontrol berbasis antiinflamasi yang menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup pasien.
GINA sendiri merupakan organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1993 bekerja sama dengan World Health Organization (WHO). Organisasi ini berperan dalam mengurangi prevalensi, angka kesakitan, serta kematian akibat asma melalui pedoman berbasis bukti, edukasi tenaga kesehatan, hingga kampanye global seperti Hari Asma Sedunia.
Fokus utama peringatan tahun ini adalah memastikan setiap penderita asma, termasuk anak-anak, memiliki akses mudah terhadap obat hirup seperti kortikosteroid. Obat ini terbukti efektif dalam mengendalikan gejala serta mencegah serangan asma yang dapat membahayakan.
Selain itu, Hari Asma Sedunia juga menjadi ajang untuk menyoroti kesenjangan layanan kesehatan, terutama dalam hal ketersediaan terapi yang terjangkau di berbagai negara. Upaya global pun terus didorong agar tidak ada lagi penderita asma yang kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) turut berpartisipasi dengan menggelar edukasi serta layanan kesehatan terkait asma. Informasi dan kampanye kesehatan tersebut dipublikasikan melalui media sosial resmi Dinkes maupun rumah sakit daerah setempat.
Peringatan ini menegaskan bahwa asma bukanlah penghalang untuk hidup produktif. Dengan penanganan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
“Asma bukan berarti kita tidak bisa beraktivitas. Asma bisa dikontrol asal kita tidak cuek. Kenali pemicu asma dan jangan sepelekan pengobatan,” menjadi pesan penting dalam peringatan tahun ini.
Masyarakat pun diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi serta pengobatan dini.
Reporter: Thomas












