Depok, Jurnalupdate.id – Intensitas curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa waktu terakhir membuat Pemerintah Kota Depok meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana pohon tumbang di sejumlah titik jalan dan permukiman warga.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiagakan tim khusus Ranger Pohon 24 Jam untuk melakukan pengawasan, patroli, hingga penanganan darurat terhadap pohon rawan tumbang.
Tim Ranger Pohon dibentuk guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Selain melakukan patroli rutin, tim tersebut juga bertugas merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait pohon tumbang ataupun pohon yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap pohon-pohon pelindung jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Depok.
Menurutnya, pemantauan lebih difokuskan pada pohon-pohon yang berada di sepanjang ruas jalan raya karena memiliki tingkat risiko paling tinggi saat diterpa hujan deras dan angin kencang.
“Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan maupun gangguan lalu lintas akibat pohon tumbang. Tim kami siaga selama 24 jam untuk merespons cepat setiap kejadian di lapangan,” ujarnya.
Adapun layanan yang diberikan oleh Ranger Pohon 24 Jam meliputi patroli rutin, pemangkasan pohon, hingga penanganan darurat saat terjadi pohon tumbang.
Masyarakat Kota Depok yang ingin melaporkan kejadian pohon tumbang atau pohon rawan tumbang dapat menghubungi layanan Ranger Pohon melalui akun Instagram resmi @rangerpohon maupun @dlhk.depok. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui aplikasi layanan warga atau langsung ke kantor kelurahan dan kecamatan setempat.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, Pemkot Depok berharap potensi bahaya akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisasi sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Reporter: Thomas












