Desa Purwasari dan Kalapanunggal Jadi Wakil Sukabumi dalam Program “Desa Berdampak” 2026 Kemendagri

banner 468x60

Sukabumi, JurnalUpdate.id – Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dari ratusan desa yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, hanya dua desa yang berhasil terpilih dalam program bergengsi “Desa Berdampak” 2026 yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug dan Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal.

Kedua desa tersebut dipersiapkan menjadi percontohan pengembangan Smart Village atau desa berbasis teknologi dan inovasi di Kabupaten Sukabumi.

Example 300x600

Tahapan program kini memasuki proses penelitian serta wawancara mendalam yang dilaksanakan Kemendagri bersama tim akademisi dari Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menyampaikan bahwa terpilihnya dua desa dari total 381 desa di Kabupaten Sukabumi merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar dalam mendorong kemajuan pembangunan desa.

Menurutnya, program Desa Berdampak tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, kelembagaan, pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar pembangunan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

“Ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di Sukabumi untuk terus berkembang dan bertransformasi menuju desa modern yang mandiri, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Kerjasama, Lembaga Pemerintah Desa dan BPD Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dr. Ir. Zanariah, berharap Desa Purwasari dan Desa Kalapanunggal dapat menjadi pilot project pembangunan desa yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh sinergi dan hubungan harmonis antar seluruh unsur di desa, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga adat, hingga partisipasi masyarakat.

“Walau hanya diwakili dua desa, saya berharap keduanya mampu menjadi contoh desa berdampak bagi daerah lain. Pembangunan desa tidak akan berjalan baik apabila hubungan dalam pemerintahan desa tidak harmonis,” tegasnya.

Program Desa Berdampak 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan desa-desa unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berbasis teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Keberhasilan Desa Purwasari dan Desa Kalapanunggal masuk dalam program nasional ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sukabumi dan bukti bahwa desa-desa di daerah mampu bersaing serta berinovasi di tingkat nasional. (ADM/Red)

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *