BOGOR, JurnalUpdate.id – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bogor (HJB) ke-544, Pemerintah Kecamatan Cigombong menggelar prosesi adat Ngalokat Cai sekaligus pengambilan air dan tanah dari situs bersejarah Petilasan Eyang Wali Suka Sanggabuana dan Ibu Nyimas Larang Wulan yang berada di kaki Gunung Salak, Kampung Palalangon, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026).
Prosesi yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Camat Cigombong, R.E. Irwan Somantri, S.STP., MM, didampingi Sekretaris Kecamatan Yedi Rachmawan, S.IP., M.Si, serta diikuti para kepala seksi dan staf Kecamatan Cigombong. Turut hadir pula para kepala desa se-Kecamatan Cigombong yang dipimpin Ketua DPK APDESI Kecamatan Cigombong Asep Irwan Kuswara, unsur MUI, tokoh masyarakat, serta rombongan yang didampingi penjuru kunci petilasan, Saepudin.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan prosesi pengambilan air dari mata air yang mengalir langsung dari kawasan Gunung Salak serta pengambilan tanah dari kawasan petilasan yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Cigombong.
Dalam keterangannya kepada awak media, Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri menjelaskan bahwa air dan tanah yang diambil dari lokasi tersebut akan dibawa pada puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-544 dan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Bogor pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian tradisi HJB.
“Prosesi ini memiliki makna yang sangat mendalam. Air merupakan simbol kehidupan, karena bersumber dari Gunung Salak yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sedangkan tanah melambangkan tempat kita berpijak, tempat kita hidup, berkarya, dan membangun peradaban. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, rezeki, serta karunia-Nya kepada masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Cigombong,” ujar Irwan.
Menurutnya, pengambilan air dan tanah bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam sehingga harus senantiasa menjaga kelestariannya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-544 dapat menjadi semangat baru dalam memperkuat persatuan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kabupaten Bogor.
“Semoga seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-544 berjalan lancar dan sukses. Kami juga memohon doa agar masyarakat Kecamatan Cigombong senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta dijauhkan dari segala bencana dan musibah,” tuturnya.
Suasana prosesi berlangsung penuh kekhusyukan di tengah sejuknya kaki Gunung Salak. Kehadiran unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, hingga penjaga situs bersejarah menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga warisan budaya yang telah mengakar sejak lama.
Melalui kegiatan Ngalokat Cai dan pengambilan air serta tanah dari situs bersejarah ini, Pemerintah Kecamatan Cigombong menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi leluhur sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Bogor. Nilai-nilai yang terkandung dalam prosesi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda agar senantiasa mencintai sejarah, menghormati alam, serta memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT dalam setiap langkah pembangunan menuju Kabupaten Bogor yang semakin maju, harmonis, dan berbudaya.
Reporter: Rus/Red












