Camat Cigombong Resmi Buka KKN Mahasiswa FISIP Universitas Djuanda, Sinergi Akademisi dan Pemerintah Bangun Desa Selama 40 Hari

banner 468x60

Bogor, Jurnalupdate.id – Pemerintah Kecamatan Cigombong terus mendorong kolaborasi antara dunia akademik dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda yang secara resmi dibuka oleh Camat Cigombong, R.E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., di Aula Kantor Kecamatan Cigombong, Senin (27/7/2026).

 

Example 300x600

Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh Dekan FISIP Universitas Djuanda Rita Rahmawati, para dosen pembimbing lapangan, kepala desa se-Kecamatan Cigombong, jajaran pemerintah kecamatan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Pada program pengabdian masyarakat ini, para mahasiswa akan diterjunkan ke seluruh desa di wilayah Kecamatan Cigombong selama 40 hari. Selama masa pengabdian tersebut, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.

 

Dalam sambutannya, Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri menyampaikan apresiasi kepada Universitas Djuanda yang kembali mempercayakan Kecamatan Cigombong sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa.

 

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa di Kecamatan Cigombong. Semoga selama 40 hari ke depan dapat menjadi bagian dari masyarakat, berbagi ilmu, pengalaman, serta menghadirkan inovasi yang mampu membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Irwan berharap ilmu pengetahuan yang telah diperoleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Kami berharap ilmu yang dimiliki mahasiswa dapat membantu pengembangan UMKM, meningkatkan digitalisasi pelayanan administrasi desa, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, hingga mendukung pelayanan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Saat ini desa sudah berkembang semakin modern, sehingga mahasiswa juga harus mampu mengikuti perkembangan tersebut sekaligus memberikan inovasi yang positif,” katanya.

 

Menurutnya, pelaksanaan KKN harus menjadi ruang kolaborasi yang saling menguntungkan. Selain masyarakat memperoleh manfaat dari program yang dijalankan mahasiswa, para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga mengenai kehidupan sosial, tata kelola pemerintahan desa, serta berbagai dinamika yang ada di tengah masyarakat.

 

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Djuanda Rita Rahmawati menegaskan bahwa pelaksanaan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok mahasiswa diwajibkan menyusun program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Program yang dibuat harus berkaitan dengan bidang keilmuan mahasiswa, seperti Administrasi Publik maupun Desain Komunikasi Visual. Misalnya membantu penataan pelayanan publik di kantor desa, mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital, meningkatkan literasi digital masyarakat, hingga memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pada era digital saat ini,” jelas Rita.

 

Ia juga mengingatkan bahwa selama berada di lokasi KKN, mahasiswa merupakan representasi dari almamater Universitas Djuanda sehingga harus mampu menjaga sikap, etika, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga kesehatan, menjaga diri dengan baik, menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat, serta menjaga nama baik almamater. Jadilah mahasiswa yang mampu berbaur dengan masyarakat, saling membantu apabila menghadapi kendala di lapangan, dan tunjukkan bahwa kehadiran kalian benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

 

Rita berharap melalui program KKN ini mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami persoalan sosial secara langsung sehingga mampu menjadi lulusan yang memiliki kepedulian, kompetensi, dan pengalaman dalam memberikan solusi bagi masyarakat.

 

Pelaksanaan KKN FISIP Universitas Djuanda di Kecamatan Cigombong diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program pemberdayaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga percepatan transformasi digital di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Cigombong. (Rusdi JurnalUpdate.id)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *