Miris! Saat Program Pendidikan Terus Digembar-gemborkan, MI Tanjungsari Justru Nyaris Roboh, Di Mana Kehadiran Negara?

banner 468x60

Sukabumi, JurnalUpdate.id – Di saat pemerintah pusat maupun daerah terus menggencarkan berbagai program peningkatan mutu pendidikan, kenyataan pahit justru masih menghantui dunia pendidikan di pelosok. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanjungsari di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, menjadi potret nyata bahwa pemerataan pembangunan pendidikan masih jauh dari harapan.

Pantauan di lokasi pada Selasa (8/7/2026) memperlihatkan bangunan sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Lantai ruang kelas dan teras pecah di berbagai titik, plafon rusak hingga memperlihatkan rangka atap, sementara dinding mulai retak dan lapuk dimakan usia. Bangunan yang setiap hari digunakan sebagai tempat belajar anak-anak itu dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Example 300x600

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Guru mengajar dengan penuh pengabdian, sementara para siswa tetap duduk di ruang kelas yang sewaktu-waktu dapat membahayakan mereka. Semangat belajar tetap menyala, tetapi rasa aman justru dipertaruhkan.

Pertanyaannya, sampai kapan kondisi seperti ini harus dibiarkan?

Menurut keterangan warga, kerusakan bangunan bukan terjadi kemarin sore. Kondisi itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum terlihat adanya rehabilitasi besar maupun pembangunan gedung baru. Fakta ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pemerataan perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah.

Kepala MI Tanjungsari, Nuraisah, S.Pd.I., M.Pd., mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang dipimpinnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa para guru tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada para siswa.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang semakin memprihatinkan. Namun kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada anak-anak. Keselamatan dan kenyamanan peserta didik menjadi harapan terbesar kami,” ujarnya.»

Ia menegaskan bahwa bangunan sekolah sudah membutuhkan rehabilitasi total dan berharap pemerintah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kementerian Agama, kementerian terkait, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat meninjau langsung kondisi sekolah kami. Anak-anak kami berhak belajar di ruang kelas yang aman dan layak,” katanya.»

Keluhan serupa disampaikan warga sekitar yang mengaku sedih melihat anak-anak masih harus belajar di bangunan yang sudah mengalami banyak kerusakan.

“Kami berharap pemerintah jangan hanya menerima laporan di atas meja. Datanglah ke sini, lihat sendiri bagaimana kondisi sekolah ini. Jangan sampai baru bergerak setelah terjadi musibah,” ujar seorang warga.»

Bangunan sekolah bukan sekadar tembok dan atap. Di dalamnya ada harapan, cita-cita, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah tidak menunggu kerusakan berubah menjadi bencana sebelum mengambil tindakan.

MI Tanjungsari kini menjadi cermin bahwa masih ada ketimpangan dalam pembangunan sarana pendidikan. Di balik berbagai capaian dan laporan keberhasilan, masih terdapat sekolah yang membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar janji atau seremoni.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret melalui rehabilitasi total atau pembangunan gedung baru. Sebab, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Jika ruang kelas terus dibiarkan rusak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya bangunan sekolah, melainkan keselamatan anak-anak dan masa depan pendidikan itu sendiri.

(Red)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *