Abi Kholil Asubki Kobarkan Semangat Pers Sukabumi Raya: Jangan Gentar, Perkuat Barisan dan Bongkar KKN!

banner 468x60

SUKABUMI, JurnalUpdate.id — Gelombang seruan moral dan semangat soliditas di kalangan insan pers Sukabumi Raya kian menguat. Di tengah berbagai dinamika serta isu yang berkembang di lapangan, Tokoh Pemuda sekaligus Ketua Umum Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI), Abi Kholil Asubki, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh wartawan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Pesan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus, Rabu (2/9/2026). Abi Kholil meminta insan pers untuk tetap berdiri tegak, memperkuat barisan, serta tidak gentar dalam menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat.

Example 300x600

Menurutnya, wartawan tidak boleh kehilangan keberanian hanya karena munculnya persoalan yang melibatkan oknum tertentu.

Jangan Surut Hanya Karena Kasus Oknum

Abi Kholil menilai, berbagai dinamika hukum yang menyeret nama oknum, termasuk isu terkait seseorang bernama Agus, tidak seharusnya menjadi alasan bagi wartawan yang bekerja profesional untuk mundur dari tugas jurnalistiknya.

Ia menegaskan, tindakan seseorang tidak boleh digeneralisasi sebagai gambaran seluruh insan pers.

“Wartawan Sukabumi Raya harus kuat dan kompak! Jangan pernah merasa minder atau lembek hanya karena ada ujian atau tindakan oknum. Profesi jurnalis itu mulia, selama kalian berdiri di atas kebenaran dan koridor hukum, tidak ada yang perlu ditakuti,” tegas Abi Kholil.»

Ia juga mengingatkan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

Kembali ke Marwah dan Kode Etik Jurnalistik

Abi Kholil mengajak seluruh wartawan untuk menjaga marwah profesi dengan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Menurutnya, keberanian seorang jurnalis harus berjalan beriringan dengan profesionalitas dan tanggung jawab.

Beberapa prinsip yang harus terus dijaga antara lain:

Independensi. Berita harus dibuat untuk kepentingan publik, bukan menjadi alat kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Verifikasi fakta. Setiap informasi harus diuji dan dikonfirmasi sebelum dipublikasikan agar tidak menimbulkan fitnah maupun kesimpangsiuran.

Berimbang dan profesional. Wartawan wajib memberikan ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan.

Memahami hukum pers. Pemahaman terhadap UU Pers menjadi penting agar wartawan mengetahui hak sekaligus tanggung jawabnya ketika menjalankan tugas jurnalistik.

“Kalau bekerja sesuai aturan, berdasarkan fakta dan kode etik, jangan takut menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.

LFI dan Pers Siap Kawal Pemerintahan Bersih

Selaku Ketua Umum LFI, Abi Kholil juga menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan, elemen masyarakat dan insan pers dalam mengawal pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, pembangunan dan pengelolaan anggaran publik harus mendapatkan pengawasan bersama. Pers memiliki peran penting untuk mengungkap dugaan penyimpangan apabila ditemukan berdasarkan fakta dan bukti yang memadai.

Ia mendorong wartawan agar tidak ragu melakukan kerja jurnalistik secara mendalam terhadap dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Namun, ia mengingatkan agar setiap pemberitaan tetap mengedepankan verifikasi dan asas praduga tak bersalah.

“Pers harus menjadi mata dan telinga masyarakat. Kalau ada dugaan penyimpangan, ungkap berdasarkan fakta. Jangan ada main mata yang akhirnya merugikan masyarakat dan negara,” tegasnya.

Perkuat Barisan, Bersatu Demi Marwah Pers

Lebih jauh, Abi Kholil mengajak seluruh organisasi pers, media lokal maupun wartawan independen di Sukabumi Raya untuk membangun solidaritas dan saling mendukung dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, perpecahan di kalangan wartawan justru dapat melemahkan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai persoalan publik.

“Persatuan adalah kekuatan kita. Ketika ada kawan yang bekerja sesuai prosedur namun mendapat tekanan, jurnalis lain harus siap memberikan dukungan solidaritas. Mari kita buktikan bahwa wartawan Sukabumi Raya adalah jurnalis yang cerdas, berani, bermoral dan tidak bisa dibeli,” pungkasnya.»

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi insan pers bahwa keberanian harus dibarengi dengan integritas. Di tengah tantangan era digital, tekanan kepentingan dan derasnya arus informasi, wartawan dituntut tetap berpegang pada fakta, kode etik serta kepentingan publik.

Dengan profesionalitas dan solidaritas yang kuat, pers diharapkan mampu terus menjalankan perannya sebagai salah satu pilar penting demokrasi serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih dan bertanggung jawab.

(Red)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *